Status Reproduksi Muncak Jantan Tidak Bergantung Pada Musim
15 Mei 2012. Fertilitas muncak jantan berlangsung selama periode pertumbuhan ranggah dengan status reproduksi yang tidak bergantung musim (asesional). Dengan status reproduksi yang aseasonal tersebut membuka peluang untuk dilaksanakannya program pengembangbiakan muncak di Indonesia.” Demikian salah satu simpulan yang disampaikan oleh Sri Wahyuni, promovenda program doktor P.S. Biologi Reproduksi, Sekolah Pascasarjana IPB dalam sidang terbuka mempertahankan disertasinya.
OPINI: Tantangan Zoonosis di Indonesia
12 Mei 2012. OPINI. Heru Setijanto*. Saat ini masyarakat dunia menghadapi peningkatan ancaman dari penyakit-penyakit infeksius yang bersumber pada hewan sebagai dampak kerusakan lingkungan, pemanasan global dan urbanisasi yang progresif. Penyakit-penyakit infeksius pada manusia dalam 20 tahun terakhir ini disebabkan oleh agen patogen pada hewan yang menginfeksi manusia, sehingga dikategorikan sebagai zoonosis. Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit zoonotik ini diduga akan semakin bertambah di tahun-tahun mendatang.
Penandatangan MOU Kerjasama PBEI dan FKH IPB
8 Mei 2012. “Kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2002 sampai dengan saat ini antara Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopik Indonesia (PBEI) dengan Bagian Bedah dan Radiologi FKH IPB telah berlangsung sangat baik dan memuaskan,” ujar Ketua PBEI, dr. Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes dalam sambutan sebelum penandatangan MOU kerjasama. Sebaliknya Dekan FKH, drh. Srihadi Agungpriyono, Ph.D, PAVet(K) menyatakan bahwa kerjasama FKH dengan PBEI merupakan salah satu kerjasama yang paling produktif pelaksanaannya. Kegiatan workshop bedah endo-laparoskopik yang digelar secara rutin dan bersinambungan setiap tahun, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjutan.
Fakultas Kedokteran Hewan


Departemen FKH
AFF
IPHK
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang mikrobiologi, parasitologi, imunologi, epidemiologi dan kesehatan hewan masyarakat veteriner (hygiene pangan asal hewan, sanitasi dan zoonosis) untuk kepentingangan pengendalian penyakit hewan, lingkungan, dan masyarakat. Departeme ini memiliki 3 (tiga) bagian, yakni: Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Bagian Mikrobiologi Medik, dan Bagian Kesehatan Masyarakat veteriner.
KRP
Memiliki mandat pengembangan IPTEKS dalam bidang kemajiran klinik, reproduksi, kebidanan, kemajiran, patologim dan farmasi untuk peningkatan populasi, manajemen kesehatan, diagnose, dan tindakan pengobatan. Departemen ini memiliki 4 (empat) Bagian dan 1 (satu) Sub Bagian, yakni: Bagian Penyakit Dalam, dan Sub Bagian Farmasi, Bagian Bedah dan Radiologi, Bagian Reproduksi dan kebidanan, dan Bagian Patologi.










