Adhi Rachmat Sudrajat Hariyadi. MODEL PENGELOLAAN POPULASI BADAK JAWA (Rhinoceros sondaicus)… B361080011. Ilmu Biomedis Hewan. Disertasi. 2012. Pembimbing: Dondin Sajuthi, Hera Maheshwari, Hadi S Alikodra, Dewi Apri Astuti

MODEL PENGELOLAAN POPULASI BADAK JAWA (Rhinoceros sondaicus) BERDASARKAN ANALISIS NUTRISI DAN TINGKAT CEKAMAN SEBAGAI PARAMETER KESEHATAN

(Model of population management for javan rhinoceros (Rhinoceros sondaicus) based on analysis of nutrition and stress levels as health parameters)

ADHI RACHMAT SUDRAJAT HARIYADI, DONDIN SAJUTHI, HERA MAHESHWARI, HADI SUKADI ALIKODRA, dan DEWI APRI ASTUTI

FULL TEXT PDF

ABSTRAK

Penelitian ini dirancang untuk membangun suatu model pengelolaan populasi untuk badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang merupakan satwa langka yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon. Peningkatan populasi sebesar 3% setiap tahun bergantung pada kemampuan spesies ini untuk bertahan hidup dan berkembang biak secara alami. Habitat yang dihuni oleh badak memiliki kondisi yang tidak selalu mendukung terhadap kesehatan satwa ini dan berpotensi untuk memicu cekaman. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap yaitu kajian status nutrisi dan kecernaan, kajian hubungan tingkat cekaman terhadap profil hormon pada tiga ekor badak jantan, serta uji coba cekaman terhadap hewan model. Kuda dipilih sebagai hewan model untuk mewakili fisiologi badak terhadap cekaman karena uji coba cekaman tidak dapat dilakukan langsung terhadap badak jawa yang merupakan satwa yang terancam punah karena jumlahnya yang sangat sedikit di seluruh dunia. Profil pakan badak berkorelasi dengan ruang jelajah yang ditempuhnya dan habitat tumbuhan di sekitarnya. Analisis menggunakan 3α, 11β-dihydroxy-CM sebagai indikator profil hormon glukokortikoid yang merupakan respons terhadap cekaman menunjukkan bahwa badak cenderung menunjukkan tingkat cekaman yang tinggi pada musim kering dimana ketersediaan air sangat berkurang. Hal ini juga konsisten dengan uji coba kuantifikasi yang dilakukan pada hewan model kuda dan berdasarkan parameter hematologi (netrofil:limfosit) hasilnya menunjukkan bahwa defisit pakan merupakan sumber cekaman yang memiliki karakteristik akut sementara defisit air menunjukkan karakteristik kronis. Kompilasi dari simpulan dalam tahapan penelitian ini dirumuskan menjadi suatu model pengelolaan populasi dengan rekomendasi yang terdiri dari: pengkayaan habitat dengan tumbuhan yang kaya protein (Moringa citrifolia, Callicarpa longifolia, Chisocheton microcarphus) kaya lemak (Alstonia angustiloba, Callicarpa longifolia, Macaranga spp), dan kaya energi (Derris thyorsifolia, Pterospermum javanicum, Percampyulus glances) dalam kerapatan 15 individu per hektar (untuk jenis pohon) sampai 5,406 individu per hektar (untuk jenis semai); pemenuhan kebutuhan air dilakukan dengan memperbanyak tumbuhan pakan dengan kadar air tinggi seperti Paederia scandens, Alstonia scholaris, Costus speciosus serta menjamin akses/jalur ke air yang tersedia sepanjang tahun; 3α, 11β-dihydroxy-CM perlu menjalani validasi lebih lanjut (biologi dan kimia) untuk menjajagi potensi penggunaannya dalam implementasi pemantauan cekaman pada badak; penggunaan kuda sebagai hewan model yang relevan bagi badak dalam penelitian cekaman serta implikasinya.

Kata kunci: badak jawa, nutrien, kecernaan, hormon, cekaman, hewan model, pengelolaan

ABSTRACT

This research was designed to establish a model for population management for javan rhinoceros (Rhinoceros sondaicus), a critically endangered species inhabiting Ujung Kulon National Park. Population increase by 3% every year had been assigned by the Ministry of forestry and this rate of population increase heavily relied on the ability of this species to survive and to reproduce naturally. The habitat of the rhino has conditions that were not always favourable to the rhinos and these conditions could potentially trigger stress for these animals. The research was divided into three stages consisting of analysis of nutritions and digestibility profiles of three male rhinoceros, analysis of relationship between stress levels on hormone profile of these animals, and stress induction to model animals. Two horses were selected as models for stress on rhinoceros, as the stress induction could not be done on the rhinoceros directly due to their small numbers worldwide; thus designated as a critically endangered species. The results of this research showed that the feed profile directly correlated with the home range and the vegetation structure around each individual rhinoceros and there were indications that the rhinos experienced feed deficit in quantity and quality. Analysis using 3α, 11β-dihydroxy-CM as an indicator of glucocorticoid stress hormon levels suggested that the rhinos experienced greater stress during the dry season when the water source was significantly depleted. This fact was also consistent with the result from stress induction on horse as model animal suggesting that feed deficit created acute type stress while water deficit created a chronic type stress. Compilations of the results from the research stages were formulated into a model of population management for javan rhinoceros with recommendations such as: habitat enrichment using feed plants high in protein (Moringa citrifolia, Callicarpa longifolia, Chisocheton microcarphus), high in fat (Alstonia angustiloba, Callicarpa longifolia, Macaranga spp), high in energy (Derris thyorsifolia, Pterospermum javanicum, Percampyulus glances) with density of 15 per hectare (tree form) to 5,406 per hectare (seedling form); water availability can be enhanced by replenishing feed plants high in water contents such as: Paederia scandens, Alstonia scholaris, Costus speciosus, as well as maintaining access and trais to water sources that were available year round. The use of 3α, 11β-dihydroxy-CM needs to be validated using biological and chemical measures to investigate its potential use in monitoring stress levels of javan rhinos in the wild; horse can be used as relevant model animal for research in stress and its implications to the javan rhinoceros.

Keywords: javan rhinoceros, nutrients, digestibility, hormon, stress, model for population management

FULL TEXT PDF

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *