1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
English

Kusdiantoro MOHAMAD, Drh, M.Si

 

 

 

 

 

Departemen
Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi (AFF)

Bagian
Anatomi, Histologi, dan Embriologi (AHE)

E-mail
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ; This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Latar Belakang Pendidikan
- Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor (S2)
- Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (S1)

Kepakaran
Embriologi

Riset Interest
- Produksi embrio in vitro hewan laboratorium
- Kriopreservasi dan transplantasi sel/jaringan reproduksi
- Morfologi dan kultur in vitro sel/jaringan reproduksi
- Filogenetik studi satwa Indonesia

 

Publikasi

Mohamad K, Olsson M, Andersson G, Purwantara B, van Tol HT, Rodriguez-Martinez H, Colenbrander B, Lenstra JA. 2012. The origin of Indonesian cattle and conservation genetics of the Bali cattle breed. Reprod Domest Anim 47 Suppl 1:18-20. doi: 10.1111/j.1439-0531.2011.01960.x.

Ishiguro N, Inoshima Y, Sasaki M, Matsui A, Hongo H, Takahashi R, Prasetyaningtyas WE, Djuwita I, Agungpriyono S, Supratikno, Kusdiantoro, Labiro E, Budipitojo T, Wendo WD, Musana DK, Saili T. 2012. mtDNA variation and human-mediated introgression of indigenous Sus populations on several Indonesian islands. Mammal Study 37:1-10 (2012). Abstrak. doi: http://dx.doi.org/10.3106/041.037.0101  

Nurbariah, Djuwita I, Mohamad K, Supriatna I. 2011. Number and quality of oocytes collected from heterotopic autografted mice ovary after PMSG induction. Hayati Journal of Biosciences 18(4):151-156. doi: 10.4308/hjb.18.4.151

Djuwita I, Sari F, Mohamad K. 2010. The comparison of one and two steps equilibration in vitrification process on the morphology and viability of mouse blastocysts. Jurnal Veteriner 11(3)179-184.

Prasojo G, Arifiantin I, Mohamad K. 2010. Korelasi antara lama kebuntingan, bobot lahir dan jenis kelamin pedet hasil inseminasi buatan pada sapi Bali.  Jurnal Veteriner 11(1): 41-45.

Mohamad K, Olsson M, van Tol HTA, Mikko S, Vlamings BH, Andersson G, Rodríguez-Martínez H, Purwantara B, Paling RW, Colenbrander B, Lenstra JA. 2009. On the origin of Indonesian cattle. PLoS ONE 4(5): e5490. doi:10.1371/journal.pone.0005490

Prasetyaningtyas WE, Mohamad K, Fahrudin M, Djuwita I, Agungpriyono S. 2007.  Allotransplantasi testis mencit muda sebagai upaya preservasi gonad in vivo. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 12(1):50-55.

Hernadi H, Mohamad K, Djuwita I. 2005. Allotransplantasi ovarium mencit baru lahir ke mencit dewasa: siklus estrus resipien dan morfologi ovarium donor. Jurnal Veteriner 6(4):143-150

Mohamad K, Djuwita I, Boediono A, Supriatna I. 2005. Vitrifikasi ovarium mencit menggunakan etilen glikol dan DMSO sebagai krioprotektan dan viabilitasnya pasca autotransplantasi di subkapsula ginjal. Media Kedokteran Hewan 21:23-27.

Mohamad K, Ramadhan IF, Djuwita I, Boediono A. 2004. Perbandingan siklus estrus, bobot uterus, dan periode bunting semu pada mencit yang mengalami autotransplantasi ovarium di subkutan dan subkapsula ginjal. Hayati 11(2):76-82.

Mohamad K, Budiarta K, Adnyane IKM, Djuwita I, Boediono A. 2003. Siklus estrus dan bobot uterus setelah autotransplantasi ovari secara subkutan pada mencit yang diberi atau tanpa superovulasi. Hayati 10(3):100-105.

Rosadi B, Boediono A, Agungpriyono S, Mohamad K, Sukra Y. 2001. Chimera production by embryo aggregation method and cultured in vitro without zona pellucida in mice. Reprotech 1:23-28.

Mohamad K, Novelina S, Adnyane IKM, Agungpriyono S. 2001. Morfologi dan kandungan karbohidrat kelenjar aksesoris organ reproduksi tikus jantan pada umur sebelum dan setelah pubertas. Hayati 8(4):91-97

Notosoediro PN, Mohamad K, Boediono A. 2001. Abnormalitas jumlah kromosom embrio tahap blastosis pada mencit dan manusia. Media Veteriner 8(3):61-64.

Boediono A, Rusiyantono Y, Mohamad K, Djuwita I, Herliatien. 2000. Perkembangan oosit kambing setelah maturasi, fertilisasi dan kultur in vitro. Media Veteriner 7(4):11-17.

Desiani H, Mohamad K, Adnyane IKM, Agungpriyono S. 2000. Studi morfologi Kelenjar Asesoris kelamin jantan tupai (Tupaia glis) dengan tinjauan khusus pada sebaran karbohidrat. Media Veteriner 7(4):6-10.

Djuwita I, Amalia L, Widjiati, Mohamad K. 2000. Pengaruh kadar glukosa dalam media dengan dan tanpa fosfat terhadap perkembangan embrio preimplantasi mencit secara in vitro. Media Veteriner 7(1):9-12

Mohamad K, Eriani K, Djuwita I, Boediono A. 1999. Perkembangan in vitro dan in vivo embrio mencit tanpa zona pelusida. Media Veteriner 6(2):1-4.

Djuwita I, Rusiyantono Y, Mohamad K, Purwantara B, Sukra Y. 1998. Pengaruh serum homolog dan heterolog terhadap proses pematangan dan pembuahan oosit domba dalam medium biakan in vitro. Media Veteriner 5(1):7-10.

Mohamad K, Djuwita I, Sukra Y. 1997. Kembar dempet pada embrio ayam: Laporan Kasus. Hemera Zoa 79:93-97

 

Fakultas Kedokteran Hewan

Departemen FKH

AFF

IPHK

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang mikrobiologi, parasitologi, imunologi, epidemiologi dan kesehatan hewan masyarakat veteriner (hygiene pangan asal hewan, sanitasi dan zoonosis) untuk kepentingangan pengendalian penyakit hewan, lingkungan, dan masyarakat. Departeme ini memiliki 3 (tiga) bagian, yakni: Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Bagian Mikrobiologi Medik, dan Bagian Kesehatan Masyarakat veteriner.

KRP

Memiliki mandat pengembangan IPTEKS dalam bidang kemajiran klinik, reproduksi, kebidanan, kemajiran, patologim dan farmasi untuk peningkatan populasi,  manajemen kesehatan, diagnose, dan tindakan pengobatan. Departemen ini memiliki 4 (empat) Bagian dan 1 (satu) Sub Bagian, yakni: Bagian Penyakit Dalam, dan Sub Bagian Farmasi, Bagian Bedah dan Radiologi, Bagian Reproduksi dan kebidanan, dan Bagian Patologi.

Berita Sebelumnya

Agenda

Internal Link

Eksternal LINK