Penelitian dengan menggunakan hewan coba telah mengalami kemajuan pesat. Oleh karena itu profesionalisme pemeliharaan dan penggunaannya harus dipahami benar oleh peneliti/ mahasiswa sehingga prinsip kesejahteraan hewan tetap terjaga, prosedur penelitian dapat dipertanggung-jawabkan sehingga data yang diperoleh mempunyai validitas yang tinggi. Penggunaan hewan dalam suatu penelitian biomedis harus memenuhi kaidah ilmiah yang berstandar internasional, antara lain pemenuhan azas kesejahteraan hewan (animal welfare).

Penggunaan hewan yang terjamin kesejahteraannya dalam aktivitas penelitian, pengajaran, pemeliharaan dan perkembangbiakan adalah kunci utama dalam menghasilkan suatu karya ilmiah yang akurat dan terstandarisasi,  dalam kaitannya untuk ekstrapolasi hasil penelitian pada manusia. Penjaminan kualitas dari penggunaan hewan coba yang memenuhi azas kesejahteraan hewan tersebut dilakukan oleh suatu lembaga independent yang kompeten, berintegritas dan beraspek legal secara hukum.

Tugas dan Fungsi

Komisi Etik Hewan FKH IPB yang dibentuk berdasarkan SK Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor memiliki peran dan fungsinya  sebagai berikut:

  1. Memberikan masukan kepada pimpinan Fakultas dan Pusat Penelitian mengenai segala urusan yang berkaitan dengan etika penelitian maupun pendidikan yang menggunakan hewan.
  2. Menyebarluaskan dan mengawasi suatu tata laksana (code of practice) etik penelitian dan pendidikan yang mengikutsertakan hewan sebagai obyek.
  3. Mengembangkan kebijakan dan prosedur kerja yang menjamin aplikasi etik penelitian dan pendidikan pada hewan.
  4. Menjamin bahwa hewan yang diikutsertakan dalam penelitian dan pendidikan, diperlakukan secara manusiawi.
  5. Menjamin bahwa mutu tata laksana etik penelitian dan pendidikan yang menggunakan hewan sebagai obyek (berkaitan dengan pembelian, transportasi, pemeliharaan dan penggunaannya) dipertahankan secara berkesinambungan.
  6. Menjamin bahwa pengorbanan terhadap keselamatan, kesehatan dan kenyamanan hewan sebagai obyek sebanding dengan manfaat yang diperoleh dari tujuan penelitian dan pendidikan bagi manusia dan hewan.
  7. Melaksanakan pembahasan etik proposal penelitian secara wajar, independen, kompeten dan tepat waktu serta menyusun dan menyimpan daftar proposal yang telah disetujui.

Susunan Komisi Etik Hewan FKH IPB

Ketua           : Drh. Ni Wayan Kurniani Karja, MP, Ph.D

Sekretaris    : Dr Drh Huda Shalahudin Darusman, M.Si

Anggota       : Dr Drh Sri Estuningsih, M.Si, APVet.

                        Drh. Min Rahminiwati, MS, Ph.D

                        Dr Drh Sri Estuningsih, M.Si, APVet.

Drh Min Rahminiwati, MS, Ph.D

Drh Usamah Afif, M.Sc

Drh I Ketut Mudite Adnyane, M.Si, Ph.D

Drh Arni Diana Fitri (Koordinator Attending Vet.)

Dr Drh Anita Esfandiari, M.Si

Drh Andriyanto, M.Si

Ex officio Direktur Eksekutif RSHP

Ex officio Kepala Unit Pengelola Hewan Laboratorium (Koodinator Fasilitas dan Hewan)

Riska Agustina

Ruang Lingkup

Semua jenis penelitian dan pendidikan yang menggunakan hewan coba di lingkungan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. KEH FKH IPB tidak melayani permintaan kelayakan etik penelitian menggunakan hewan yang dilakukan di luar IPB.

Alur Permintaan Keterangan Kelayakan Etik

  1. Permintaan kelayakan etik ditujukan kepada Ketua Komisi Etik FKH IPB, disertai lembar isian (Borang A) dan 3 eksemplar proposal penelitian.
  2. Pemohon menyerahkan form isian (Borang A) yang telah diisi dan proposal penelitian masing-masing sebanyak 3 eksemplar kepada sekretariat KEH di Bagian Tata Usaha FKH IPB.
  3. Sekretariat KEH FKH IPB memeriksa kelengkapan dokumen permohonan dan memberikan bukti penyerahan dokumen kepada pemohon.
  4. KEH FKH IPB akan membahas formulir aplikasi dan isian dimaksud bersama-sama untuk menentukan tim penilai berdasarkan bidang keilmuan terkait.
  5. KEH FKH IPB akan membahas formulir aplikasi dan isian dimaksud bersama-sama untuk menentukan tim penilai berdasarkan bidang keilmuan terkait.
  6. KEH FKH IPB dapat mengundang peneliti untuk memaparkan secara rinci rencana penelitian.
  7. Dalam melaksanakan tugasnya, KEH FKH IPB dapat melakukan konsultasi dengan pakar yang terkait dengan penelitian yang dimaksud
  8. KEH FKH IPB terutama akan menilai aspek etik penelitian yang diusulkan, akan tetapi bila perlu berhak meninjau aspek ilmiahnya agar secara etik dapat diterima.
  9. Hasil presentasi peneliti dalam seminar yang dihadiri oleh KEH FKH IPB, langsung diumumlkan hasil evaluasi kelayakan etiknya kepada peneliti secara lisan.
  10. Hasil kelayakan etik berikut penjelasannya akan diberikan kepada ketua KEH FKH IPB secara tertulis.
  11. Hasil penelitian kelayakan etik berupa, Layak: Pemohon menerima surat keputusan kelayakan etik (sertifikat). Layak dengan perbaikan: Pemohon melakukan perbaikan dan atau melakukan presentasi dihadapan KEH FKH IPB. Tidak layak: Pemohon dapat melakukan pengajuan ulang sesuai dengan saran-saran dari KEH FKH IPB.
  12. Bagi peneliti yang dinyatakan layak etik dengan perbaikan, maka perbaikan dilakukan paling lama 1 (satu) bulan.
  13. Bagi peneliti yang dinyatakan tidak layak, dapat memberikan tanggapan dan melakukan redesain penelitian atas alasan-alasan keberatan yang disampaikan oleh komisi etik.