Tentang Kami Program Studi Fasilitas Layanan Kehidupan Kampus Direktori Mahasiswa Event Kontak Akreditasi

Inovasi

KATULAC

Inovator:

Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc

Kegunaan:

  • Meningkatkan produksi dan kualitas susu ternak ruminansia
  • Memacu pertumbuhan pedet selama masa menyusui

Keunggulan:

  • Dengan pemberian 100-150 gram KATULAC per hari per ekor sapi perah mampu meningkatkan produksi susu sekitar 35-40%
  • Produk ini mengandung senyawa aktif non-polar daun katuk yang berkhasiat sebagai pemicu produksi susu sapi perak
  • Produk ini sangat aman dikonsumsi sapi perah dan dimanfaatkan ternak domba atau kambing perah.
  • Penggunaan KATULAC pada sapi perah sangat mudah dan praktis. Peternak dapat menggunakan secara langsung atau dicampurkan terlebih dahulu pada pakan konsentrat seperti Prosedur  Operasional Baku yang ada di peternakan.

JAMU ASAM URAT

Formula Ekstrak Gabungan Apium Graveolens dan Sida rhombifolia L. Sebagai Fitofarmaka Untuk Penyakit Asam Urat

Inovator:

  • Dyah Iswantini Pradono
  • Latifah K. Darusman
  • Min Rahminiwati
  • Rudi Heriyanto
  • Iskandar

Kegunaan:

  • Formulasi ini mencegah terbentuknya asam urat dengan cara menghambat aktivitas enzim Xantin Oksidase bahkan lebih efektif dibandingkan allopurinol (obat yang sering diberikan dokter).
  • Formula ini juga telah diuji keamanannya atau uji toksisitas akut, artinya formula ini tidak beracun dan aman untuk dikonsumsi

Keunggulan:

  • Bahan baku mudah diperoleh
  • Proses mudah dilakukan
  • Penggunaan kedua herbal sudah terbukti secara tradisional

Pelet Bervaksin yang Mengandung
Imunoglobulin Y Anti Aeromonas hydrophila

Inovator:

  • Rahmat Hidayat
  • Fachriyan Hasmi Pasaribu

Kegunaan:

Ikan yang mengkonsumsi pelet ini terbukti kebal terhadap infeksi bakteri dan pemberian selama 14 hari pada dosis rendah mampu menekan kematian sampai 0 %. Pemberian selama 30 hari menunjukkan hasil yang lebih baik lagi.

Keunggulan:

  • Teknologi sederhana aplikatif
  • Tepat guna dan sasaran
  • Ekonomis dan bernilai bisnis
  • Menghasilkan pelet dengan antibakteria Aeromonas hydrophila
  • Peningkatan nilai guna pelet/pakan
  • Ramah lingkungan

Anti DBD dari Belantara

Kamandrah (Croton tiglium L.) sebagai Larvasida Hayati Pencegah Demam Berdarah Dengue

Inovator:

  • Dyah Iswantini Pradono
  • Rosihan Rosman
  • Upik Kesumawati Hadi
  • Min Rahminiwati
  • Agus Sudiman T

Kegunaan:

Formula larvasida hayatidikembangkan dari minyak biji Kamandrah (Croton tiglium L.) yang tumbuh liar di Kalimantan. Proses pengepresan hidraulik pada biji dengan tingkat kemasakan fisiologis yang tepat, menghasilkan rendemen minyak Kamandrah yang tinggi dengan potensi sebagai larvasida jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus penyebab DBD, lebih efektif dibandingkan “abate” dalam mencegah proses oviposisi dan tentunya aman dipakai.

Keunggulan:

  • Terbuat dari bahan alami sehingga lebih aman bagi manusia dan lingkungan
  • Proses pembuatan relatif sederhana, bisa dilakukan secara swadaya
  • Tidak menimbulkan efek samping lain baik bagi manusia maupun hewan peliharaan
  • Meningkatkan nilai guna dan nilai tambah tanaman

Detektif Flu Burung

Pembuatan “Rapid Test” Menggunakan Teknik “Koaglutinasi Tidak Langsung” untuk Deteksi Antibodi Flu Burung

Inovator:

Prof Dr drh I Wayan Teguh Wibawan, MS

Kegunaan:

Jejak infeksi yang ditinggalkan oleh virus H5N1 pada seseorang sebenarnya bisa ditunjukkan dengan keberadaan antibodi spesifik terhadap virus tersebut. Salah satu cara mendeteksi keberadaan antibodi ini adalah dengan teknik koagulasi tidak langsung, dimana dengan protokol ini mampu dideteksi keberadaan antibodi spesifik terhadap virus H5N1 secara tepat dan akurat.

Keunggulan:

  • Pelaksanaan uji yang mudah dan murah
  • Hasil uji dapat diketahui dengan segera, spesifik dan memiliki sensitivitas yang tinggi
  • Dapat dikembangkan untuk mendeteksi keberadaan antibodi flu burung dalam tubuh induk semang
  • Tidak menimbulkan iritasi pada kulit


Telur Ayam “3 in 1” Anti Flu Burung dan Anti Diare

Inovator:

Dr Drh Agustin Indrawati, MBiomed

Perspektif:

Selain sebagai penambah stamina, STMJ (Susu Telur Madu Jahe) bisa sekaligus digunakan sebagai pencegah penyakit berbahaya karena kandungan lgY-3A yang terdapat di dalam telur.

Keunggulan:

  • Meningkatkan nilai tambah (added value) telur konsumsi, baik dari sisi manfaat maupun sisi ekonominya
  • Menghasilkan antibodi (lgY) secara lebih sederhana dan murah
  • Tidak menyakiti hewan dibandingkan dengan cara pengambilan antibodi dari darah hewan (sehubungan dengan animal protection regulation)

Tenaga Dalam untuk Sang Koi

Inovator:

  • Sri Nuryati;
  • Alimuddin;
  • Sukenda;
  • Fachriyan H. Pasaribu;
  • Retno D. Soejoedono;
  • Komar Sumantadinata

Perspektif:

Indonesia sering dianggap sebagai sumber dan lahan subur berkembangnya berbagai virus tanaman dan ternak. Sudah saatnya Indonesia memanfaatkan masalah ini menjadi peluang, untuk menjadi pusat keprimaan dalam
pengembangan vaksin anti virus tanaman dan ternak.

Keunggulan Inovasi

  • Virus untuk memproduksi vaksin DNA berasal dari danau Cirata, sehingga langsung bisa diterapkan untuk masalah virus lokal
  • Pada uji skala laboratorium vaksin telah menunjukkan efektifitas memberikan
    proteksi hingga 96,7%
  • Memperbaiki kelemahan vaksin generasi sebelumnya: tidak menimbulkan
    resiko infeksi, bersifat stabil, dan mampu memperkuat sistem kekebalan ikan
    baik secara homurial maupun seluler