Tentang Kami Program Studi Fasilitas Layanan Kehidupan Kampus Direktori Mahasiswa Event Kontak Akreditasi

SKHB IPB University Menjadikan Momentum Silahturahmi Halalbihalal 1443 H untuk Memperkuat Proses Transformasi

Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis bekerjasama dengan Agrianita SKHB telah menggelar acara Halal Bihalal 1443 H dengan tema ”Jadikan Momentum Silahturahmi untuk Memperkuat Transformasi SKHB”, (11/05). Acara digelar di Auditorium Serba Guna dan dilaksanakan secara hybrid melalui virtual zoom. Acara ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar SKHB, mulai dari Dekan, Ketua Senat Fakultas, Para Wakil Dekan, Ketua Agrianita, Para Ketua dan Sekretaris Departemen, Para Kepala Divisi, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Para Purna Bakti SKHB IPB University.

Ketua Agrianita SKHB, Henny Endah Anggraeni, MSc mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1443 H mohon maaf lahir dan batin kepada keluarga besar SKHB. Dalam sambutannya Ketua Agrianita menyampaikan lima program utama kegiatan Agrianita SKHB, yaitu Agrianita-Net, Agrianita-Care, Agrianita-Fun, Agrianita-Green, dan Agrianita-Biz. “Kami harapkan partisipasi dan dukungan keluarga besar SKHB untuk program-program tersebut, sehingga bisa bersinergi untuk kemajuan SKHB,” ajak Henny kepada hadirin.  

“Halal Bihalal dalam prinsipnya adalah momen untuk bersilahturahmi, saling memaafkan dan mensyukuri nikmat Allah SWT sehingga menemukan hakikat dari Idul Fitri,” ucap Prof Bambang Purwantara, Ketua Senat Fakultas. Prof Bambang menyampaikan konsep sekolah kedokteran hewan dan juga biomedis adalah pemikiran panjang dan merupakan bentuk pengembangan dari fakultas kedokteran hewan yang ada selama ini. “Saya harap SKHB jangkauannya lebih luas dan manfaatnya lebih besar bagi perkembangan ilmu, teknologi, maupun profesi kita,” imbuhnya.

Dekan SKHB, Prof Deni Noviana, dalam sambutannya menyampaikan minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar SKHB IPB University. Dekan juga mengungkapkan tiga hal penting dalam melakukan sebuah transformasi, yaitu komunikasi, kolaborasi dan komitmen. Lebih lanjut, Prof Deni menyampaikan perkembangan terkini SKHB, yaitu revitalisasi wahana pendidikan/Lab serta kolaborasi kerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu meningkatkan berbagai fasilitas yang ada SKHB IPB University. “Yang terbaru, kami bersama-sama dengan Rektor IPB University akan berangkat ke Jerman untuk penandatanganan MOU dengan Leibniz – Institute for Zoo and Wildlife Research, Jerman untuk kerjasama pengembangan fasilitas Bio-bank plasma nutfah hewan langka. Berikutnya, telah dilakukan MOU dengan Aragon Equestrian Sport untuk pengembangan fasilitas equestrian breeding dan embrio transfer kuda-kuda unggul. Pembangunan Poultry Research Center bekerjasama dengan Japfa Comfeed, peletakan batu pertamanya juga akan segera dilakukan,” ungkap Prof Deni.

Puncak acara Halal Bihalal ini menghadirkan drh. Aris Ahmad Jaya, seorang motivator nasional alumni FKH IPB. Dalam tausiyah bertajuk ”Keajaiban Memaafkan dan Kontribusi di atas Rata-Rata”, Aris menyampaikan halal bihalal merupakan momentum silahturahmi untuk saling memaafkan dan mempererat tali silahturahmi. Kata maaf dan terima kasih memiliki kandungan makna yang dalam, tapi kita masih jarang mengucapkannya. Hendaknya, menanamkan kata maaf dan terimakasih di dalam diri dimulai dari keluarga, tempat bekerja dan kehidupan bermasyarakat agar menciptakan kedamaian dan ketenangan hati. Selain itu, kita harus senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Aris mengajak hadirin untuk menjadi insan seperti lima jari. Jari jempol berarti menjadi pribadi yang menyenangkan. Jari telunjuk berarti menjadi orang yang bisa dipercaya (trust). Jari tengah diumpamakan hendaknya setiap insan SKHB menjadi orang yang unggul. Jari manis mewakili orang yang suka berkolaborasi. Dan jari kelingking perumpamaan menjadi orang yang senantiasa memperhatikan hal-hal detil.

Lebih lanjut Aris mengungkapkan rahasia bagaimana memotivasi agar keluarga besar SKHB bisa menunjukkan performa di atas rata-rata. “Ungkapkanlah penghargaanmu, visualisasikanlah sehingga orang menjadi tahu, berikan prasasti dan umumkanlah.,” ungkap Aris. Tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas merupakan cara dalam memberi apresiasi pada saat itu juga tanpa harus menunggu waktu resmi mengumumkan sebuah penghargaan. (ns/km)